Lumen Story
Lumen Story adalah tempat di mana setiap kisah menyala — setiap video membawa perjalanan emosi yang menyentuh hati, tentang cinta, kehidupan, dan perjuangan manusia. Dari kisah nyata yang menginspirasi hingga cerita sedih yang membuat kita merenung, channel ini menghadirkan momen tenang di tengah hiruk pikuk dunia.
Biarkan cahaya dari Lumen Story menerangi sisi terdalam hatimu.
Kak, Kamu Gak Mau Punya Pacar Kaya Raya Ucap Adikku, 15 Menit Kemudian Datang Pria Tampan, Dia Menga
Kamu Miskin, Ga Mungkin Punya Rumah Semewah Adikmu—7 Hari Kemudian Mereka Syok Rumahku Diliput TV!
Kau Ini Hanya Beban Keluarga! Bentak Adikku, Ibu Mengusirku—5 Bulan Kemudian Mereka Menyesal Besar!
Kuliah Hahaha! Ayahku Menertawakanku, Katanya Kalau Mau Kuliah Urus Hidupmu Sendiri—Aku Memilih Per
Orang Tuaku Pilih Kasih, Kembarku Dikasih Mobil Sedangkan Aku Tidak—Aku Pergi dari Rumah dan Sukses!
Pergi, Wanita Rendahan! Ucap Adik Ipar Mengusirku—Tapi Mereka Syok Saat Tungangan Adik Ipar Hormat P
“Bantu Lunasi Rumah Adikmu!” Bentak Ibuku, Tapi Aku Sudah Muak—Kubiarkan Mereka Urus Anak Manjanya S
“Cuma Amplop Coklat Paling Ga Seberapa!” Bentak Ibuku Saat Kuberi Hadiah Ulang Tahun, Padahal Isinya
Adik Ipar & Mertua Tiba tiba Tinggal di Rumahku dan Mengusirku, 3 Jam Kemudian Aku Kembali Membawa K
Adikku Diberi 200 Juta Sambil Aku Dicemooh “Anak Gagal,” Tapi Saat Acara Keluarga, Aku Buat Semua Te
Di balik pembacaan wasiat ayah mertua, hadirnya suami dan gundiknya memicu akhir yang membuatku ya!
Dibentak Adik & Ditampar Ibu Saat Opening Vila Baru Adik, Kubuka Amplop Rahasia yang Isinya Bikin Se
Diusir Adik dari Pernikahannya, Aku Pilih Liburan ke Karibia – Tapi Aku Bikin Acara Mereka Gagal dan
Heboh! Adik Ipar Melarang Anakku ke Pestanya, Tapi Aku Membalas dengan Mengajak Putriku ke Acara itu
Heboh! Ibuku Memihak Kakakku Saat Dinner, Aku Pilih Pergi, Tapi 3 Tahun Kemudian Segalanya Berubah
Rumahku Kebanjiran, Aku Izin Tinggal di Rumah Mertua Tapi Hanya Suamiku yang Boleh – 3 Hari Kemudian
“Ini Bisnis Keluarga, Kita Pantas Dapat Bagi Hasil,” Ucap Keluargaku—Aku Membalas dengan Kata kata y
“Iuran Keluarga 15 Juta, Tak Sanggup Jaga Rumah Saja,” Ucap Ibuku—Tiga Hari Kemudian Mereka Terdiam
“Kamu Bukan Keluarga Kami Lagi!” Ayah Mengusirku Saat Hujan Deras—Enam Bulan Kemudian Aku Kembali Me
“Kenapa Kamu Tidak Menghilang Saja!” Teriak Adikku Menyalahkanku—Aku Pergi dan HPku Penuh 24 Panggil
“Syukuran Rumah Baru Adikmu Penting, Kami Tak Bisa ke Pernikahanmu,” Kata Ibu—Mereka Tak Tahu Aku Me
“Tinggalkan Saja Kadonya, Pulang Saja!” Ucap Adikku di Hari Pernikahannya—Aku Menjawab “Baiklah,” La
“Wah, Wanita Miskin Ini Datang Juga!” Ucap Adik Iparku di Peresmian Warung—Padahal Aku Membawa Kejut
Aku Membeli Real Estate Mewah, Ibuku Bilang Adikku Akan Tinggal di Apartemenku—Tapi Yang Terjadi Mem
Aku Memberi Ibuku Rumah untuk Masa Tua, Tapi Keluarga Suamiku Merebutnya—Kemudian Aku Membalas denga
Ibuku Selalu Memarahiku, Suatu Hari Aku Pura Pura Jatuh dan Dibawa ke Rumah Sakit—Kemudian Aku Membu
Adik ipar menamparku kemudian ibu mertua mengusirku aku pergi dan berhenti membayar cicilan mereka
“Acara Ini Untuk Keluarga Inti,” Kata Adikku Aku Pergi, Tapi Seminggu Kemudian Mereka Menelpon Memi
“Ini Acara Untuk Darah Biru!” Kata Kakak Iparku Mengusirku Aku Membalas dengan Membatalkan Katering
“Kalian Bangkrut!” Teriak Ayah Saat Umumkan Jual Perusahaan, Tapi Tak Sadar Pembelinya Adalah Anak y