Melacak Dalang Demo Penjarahan Rumah Pejabat dan Fitnah Buzzer ke Ferry Irwandi
Автор: Fauzan Mario
Загружено: 2025-09-01
Просмотров: 14519
Kalau kita lihat demo belakangan in, sebenarnya ada dua hal yang jalan bareng. Pertama, aspirasi murni dari masyarakat—orang-orang yang datang dengan niat baik, pengen suaranya didengar. Kedua, ada pihak lain yang justru numpang cari ribut. Nah, yang kedua ini biasanya kita sebut “provokator”.
Provokator ini jarang main sendirian. Bukan cuma satu-dua orang, tapi bisa kelompok yang terlatih, terorganisir, dan punya agenda berbeda. Dan yang bikin bahaya: mereka bergerak licik, nyaru, seolah-olah bagian dari massa yang asli. Padahal, justru mereka yang bikin suasana jadi kacau.
Mereka punya tujuan yang jelas, yaitu menghancurkan kredibilitas gerakan rakyat. Begitu ada fasilitas umum yang dirusak, narasi yang awalnya fokus pada aspirasi rakyat langsung berubah.
Dari massa yang menuntut keadilan, jadi massa yang gak tau aturan. Pergeseran narasi inilah yang jadi tujuan mereka. Karena begitu simpati publik hilang, maka perjuangan aspirasi jadi kehilangan moralnya.
Dan itulah yang akan jadi senjata pemerintah untuk menolak tuntutan, dan melakukan tindakan brutal ke masyarakat. Dengan dalih menjaga ketertiban. Karena gerakan rakyat yang awalnya murni aspirasi yang dijamin undang-undang, jadi sah ketika dianggap sebagai tindakan melawan hukum.
Kalau kita amati, pola mereka selalu mirip. Pertama, masuk dulu ke kerumunan. Mereka blend in, pura-pura jadi bagian dari aksi damai.
Lalu, mereka bikin trigger—bisa dengan teriakan provokatif, bisa dengan aksi kecil seperti lempar botol, bakar ban, atau gesek-gesekan dengan aparat. Dari situ, eskalasi mulai naik.
Contohnya pembakaran halte pasar senen, ada yang mergokin mereka pake bubuk mesiu untuk ngebakar halte. Pertanyaanya, gimana caranya warga sipil bisa punya bubuk mesium, yang cukup buat bakar halte yang sudah di desain tidak mudah terbakar?
Dan bagaimana bisa beberapa halte lainnya ikut terbakar di waktu yang hampir serentak, dan semua cctv di sekitar tkp, mati.
Dan gak cuma sampai situ aja pak kejanggalannya. Ada 1 rekaman netizen yang memperlihatkan jelas ketika orang berbaju hitam, awalnya dia memprovokasi polisi, terus beberapa saat kemudian, dia masuk ke truk polisi dengan kesadaran penuh, dan tanpa paksaan.
Termasuk ketika penjarahan kemarin, itu hal paling janggal yang pernah gua liat, pertama, gimana caranya sekelompok massa yang tidak saling kenal, bisa di koordinir dengan rapi untuk melakukan perjalanan jauh ke rumah-rumah pejabat.
Jakarta tuh luas Pak rumah pejabat itu jauh-jauh jangan lu bayangin satu RT bisanya pejabat semua nggak, itu Rumahnya jauh semua pak. Dan mustahil untuk bisa mengkoordinir massa sebanyak itu kalau, tidak ada rencana matang sebelumnya.
Dan bener pak, ternyata mereka di koordinir melalui sebuah grup whatsapp.
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: