Suami sebagai Moderator dalam Keluarga
Автор: Yudha Triguna Channel
Загружено: 2025-09-10
Просмотров: 294
• Suami sebagai Moderator dalam Keluarga
Suami Sebagai Moderator dalam Keluarga
#PentingnyaSuamiSebagaiModeratorKeluarga
#SuamiMenyembatiHubunganIstriDenganKeluargaBesar
#KedudukanSuamiYangStrategis
Keluarga berasal dari dua kata bahasa Sansekerta yaitu KULA dan WARGA, KULA. Kula, artinya Abdi, hamba, pengabdian dan Warga berarti Jalinan, Ikatan. Jadi keluarga berarti menjalin hubungan atau ikatan yang harmonis dan bahagia dengan penuh rasa pengabdian yang tulus dan iklas. Keluarga dibentuk melalui upacara Pewiwahan atau Wiwaha Samskara atau juga sering dinyatakan sakralisasi peristiwa. Dalam perkawinan didoakan agar mempelai mampu membentuk keluarga yang sukinah yaitu keluarga yang harmonis dan berbahagia, Keluarga yang sejahtera secara sekala dan niskala atau lahir dan bhatin., kuat, tangguh dan tegar dalam menghadapi dan menjalani kehidupan perkawinan dan perkawinan yang berumur panjang dan langgeng. Dalama kenyataannya, perkawinan yang menyatukan dua pemikiran dari latar belakang keluarga yang berbeda, serta menyesuaikan diri pada keluarga baru terutama pada yang berkedudukan sebagai pradana tidaklah mudah. Pada masyarakat Hindu Bali pada umumnya menganut sistem perkawinan patrilineal, keluarga laki-laki akan menyambut keluarga baru yaitu si istri pada keluarganya. Dan si wanita sebagai istri akan menyesuaikan diri pada keluarga suami, lingkungan dan tinggal bersama keluarga suami. Situasi ini tidak selalu mudah, bahkan banyak timbul konflik pada perkawinan karena kemungkinan keluarga laki-laki orang tua, ipar dan keluarga lain tidak dapat menerima sepenuhnya si istri atau si istri tidak dapat menyesuaikan diri dengan keluarga suami. Peran suami sebagai moderator dari si istri dengan ibu, ayah, ipar dan keluarga lainnya sangatlah penting. Moderator artinya seseorang yang bertugas memimpin, mengatur, dan mengarahkan jalannya sebuah acara, diskusi, atau forum, sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan tertib dan sesuai tujuan. Dalam keluarga Moderator berperan sebagai penengah, pemandu, dan penjembatan antara anggota keluarga, memastikan semua pihak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan menjaga suasana tetap kondusif. Dapat dibayangkan jika suami tidak dapat menjadi moderator yang baik terhadap dua hubungan ini tentu konflik tidak akan dapat terhindarkan. Peran seorang suami adalah pemimpin keluarga. Seorang pemimpin sangat penting untuk mempunyai pengetahuan yang luas, dalam hal ini khususnya pengetahuan tentang ajaran agama. Bagaimana seorang suami dapat menjadi moderator di antara istri dan orangtuanya atau keluarga lainnya jika dia sendiri tidak pernah menghiraukan pengetahuna agama dan tata laksana dalam kegiatan upacara. Tidak pernah mengetahui atau mempelajari situasi lingkungan keluarganya sendiri, tentu dia tidak akan mampu untuk membimbing istri dan menjaga keutuhan rumahtangganya. Si istri sebagai calon ibu dari perkawinan tersebut pada awal perkawinan akan merasa tertekan, merasa sendiri dalam keluarga dan tidak mendapat perlindungan yang akan mengakibatkan stress, tentu ini tidak baik untuk calon bayi. Situasi rawan ini dapat menyebabkan konflik, pertengkaran bahkan dapat berujung perceraian diantara mereka atau situasi tidak nyaman dalam keluarga. Orang tuapun serta keluarga lain merasa tidak nyaman dan akhirnya saling mencurigai. Kondisi seperti demikian tentu sudah jauh dari tujuan agama serta tujuan Grahasta Asrama. Laki-laki Hindu sebagai kepala keluarga ataupun pemimpin keluarga sangat penting mempunyai jiwa moderat dalam keluarga. Karena dia adalah orang yang paling dekat dengan si istri yang mengambil tanggung jawab membawanya dalam pernikahan, namun dia juga merupakan anak dari ayah ibunya dan saudara keluarga lainnya. Maka suami harus dapat menjadi penengah yang bijaksana dan menjaga keharmonisan hubungan antara keluarganya, sehingga tercipta keluarga yang sukinah. Menjadi laki-laki Hindu yang bertanggung jawab dan mempu membawa keluarganya dalam hubungan yang harmonis tidak seperti membalikkan telapak tangan atau tiba-tiba dapat melakukan hal tersebut ketika sudah memasuki Grahasta Asrama. Laki-laki juga harus banyak belajar dan menambah wawasannya tentang agama, lingkungan dan aktif dalam kegiatan keluarga, termasuk kegiatan berupacara.
Bagaimana penjelasan selanjutnya, silahkan simak sesuluh Yudha Triguna melalui Yudha Triguna Channel pada Youtube, juga pada Dharma wacana agama Hindu.
Untuk mendapatkan video-video terbaru silahkan Subscribe
https://www.youtube.com/channel/UCB5R
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: