2,1 Miliar Liter Air Tumpah di Pasirlangu Sebabkan Longsor Cisarua
Автор: tribunjabar video
Загружено: 2026-01-24
Просмотров: 1145
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store, untuk dapatkan pengalaman baru.
Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur wilayah Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama terjadinya bencana tanah longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa kondisi cuaca saat ini masih sangat berpotensi menimbulkan kejadian serupa, terutama di daerah dengan topografi perbukitan dan kondisi tanah yang labil.
Berdasarkan data BMKG, pada 23 Januari 2026 curah hujan di Kabupaten Bandung Barat tercatat berada pada kategori ekstrem. Pos Hujan Perkebunan Sukawana mencatat curah hujan sebesar 215,5 milimeter dalam satu hari, sementara Pos Hujan Perkebunan Pangheotan mencatat 210,5 milimeter. Angka tersebut menunjukkan volume hujan yang sangat besar dalam waktu singkat.
Desa Pasirlangu memiliki luas lahan sekira 1.020 hektare atau seluas 10,2 kilometer persegi. Sebagai gambaran, 0,2155 meter itu, dalam volume air, ketinggiannya sekitar 21,5 centimeter. dan jatuh di luas lahan sekira 10 ribu meter persegi.
Untuk mengetahui seberapa besar air yang jatuh ke desa pasir langu, maka perlu mengkalikan 0,2155 meter dikali 10 ribu meter persegi. Diperoleh hasil yakni 2.155.000 meter kubik air atau setara 2,15 miliar liter air tumpah dalam sehari.
Kondisi itu diperparah dengan lokasi Desa Pasirlangu yang bergeografis pegunungan, kebun tanpa tutupan pohon.
BMKG menjelaskan bahwa longsor dipengaruhi oleh banyak faktor, namun hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang menjadi pemicu dominan. Air hujan yang terus meresap ke dalam tanah menyebabkan tanah menjadi jenuh, berat, dan kehilangan daya ikat, sehingga mudah bergerak di lereng-lereng curam.
Mega Januari
Putri
#LongsorCisarua #BMKGHujan #LongsorPasirlangu
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: