Vlog 197 Gerakan Pengendalian OPT Kopi KT. Asta Brasta, Kalinongko, Pagerharjo, Samigaluh
Автор: UPT-PROTEKSI-DIY channel
Загружено: 2025-10-01
Просмотров: 179
Gerakan Pengendalian OPT Kopi KT. Asta Brasta, Kalinongko, Pagerharjo, Samigaluh
KULON PROGO (1/10)– Petani kopi yang tergabung di Kelompok Tani Asta Brasta, di wilayah Kalinongko, Pagerharjo, Samigaluh melaksanakan kegiatan terpadu berupa Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Pelatihan Pemangkasan Cabang Kopi. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga produktivitas tanaman dan kualitas buah kopi di tengah ancaman hama dan penyakit.
Kegiatan diawali dengan pengarahan oleh narasumber, yang memberikan informasi bahwa pada hari itu akan dilaksanakan kegiatan praktik di lapangan. Setelah sambutan singkat, fokus utama kegiatan adalah edukasi langsung kepada petani.
Fokus Pengendalian OPT Kopi
Dalam sesi pengendalian OPT, dijelaskan bahwa gerakan ini secara khusus menargetkan masalah utama pada tanaman kopi di lokasi tersebut, yaitu serangan alga, kutu putih, dan penggerek batang kopi.
"Kali ini kita telah melaksanakan gerakan pengendalian OPT yang terkena alga, ada buat kopi, ada penggerek batang kopi. Kami telah melaksanakan gerakan berupa menggunakan pestisida," ujar salah satu perwakilan pelaksana kegiatan.
Diharapkan penggunaan pestisida ini dapat bermanfaat dan mengendalikan hama dengan baik, khususnya kutu putih, penggerek batang, dan alga yang menyerang tanaman di wilayah Kalinongko.
Kunci Sukses: Tindak Lanjut dan Swadaya
Setelah pelaksanaan gerakan massal, tindak lanjut (RTL) menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. Para petani diimbau untuk melanjutkan upaya pengendalian secara swadaya.
"Tindak lanjutnya nanti Bapak Ibu secara swadaya yang dimotori oleh Pak Agus ini nanti untuk disemprotkan secara kontinu ataupun bertahap. Biasanya kalau serangan itu setiap 5 hari sekali nanti bisa diatur," tambah narasumber, menekankan pentingnya frekuensi penyemprotan yang tepat.
Pelatihan Pemangkasan untuk Cabang Produktif
Selain pengendalian hama, petani juga mendapatkan pelatihan praktis mengenai teknik pemangkasan cabang yang benar. Fokus utama dari pemangkasan adalah menghilangkan cabang walik yang tidak produktif dan hanya menyisakan cabang produksi.
"Yang terpenting itu adalah cabang untuk produksi. Ini Bu, cabang walik itu harus dihilangkan," jelas narasumber, sembari mencontohkan langsung pada pohon.
Petani juga diedukasi dalam memilih mata entres (bahan sambungan) yang ideal untuk perbanyakan tanaman. Entres yang baik harus berasal dari cabang produksi yang pertumbuhannya mendatar (datar/lurus), bukan dari tunas yang tumbuh tegak lurus ke atas atau tunas raja. Pemilihan entres yang tepat sangat penting agar tanaman hasil sambungan dapat berproduksi maksimal.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar petani dapat terus maju dan mandiri dalam mengelola kebun kopi mereka, sehingga hasil panen dapat optimal dan kesejahteraan petani meningkat.
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: