INDONESIA BISA LENYAP KALAU TNI KALAH PADA 1948-1949, KOK ADA YANG BENCI TNI SEKARANG? SIAPA MEREKA?
Автор: YKCB
Загружено: 2026-01-01
Просмотров: 4289
Wawancara bersama Batara Hutagalung, Peneliti Sejarah.
Kalau TNI kalah dari militer Belanda pada periode kritis 19 Desember 1948 sampai perundingan KMB di 1949, Republik Indonesia bisa hancur lebur. Belanda kian kuat menuding Republik Indonesia sudah lenyap karena tidak mampu mempertahankan diri. Proklamasi 17 Agustus 1945 pun tinggal kenangan.
Tapi, fakta sejarahnya, TNI tetap hidup dan bergerilya sejak itu. Panglima Besar Sudirman luput dari tangkapan Belanda pada agresi militer Belanda kedua, 19 Desember 1948. Letkol Soeharto dan para komandan lainnya menahan laju Belanda sejak pagi di hari itu di Yogyakarta, agar siangnya Jenderal Sudirman bisa menghindari kejaran Belanda.
Faktanya juga Pemerintahan Darurat Republik Indonesia atau PDRI berdiri di Bukit Tinggi.
Sampai akhir 1949, TNI tidak terkalahkan, bahkan menggentarkan Belanda pada serangan umum 1 Maret 1949 yang menegaskan Republik ini masih ada, berani, kuat, dan berdaulat.
Bahkan pada pertempuran Surabaya pada 1945 sebelumnya, sekutu sempat mengibarkan bendera putih minta berunding dengan TKR.
Lalu mengapa kini, selalu ada opini buruk tentang TNI? Disuruh kembali ke baraklah, dituduh pelanggar HAM lah. Hanya ada dua musuh TNI menurut narasumber kita kali ini, kalau tidak PKI dan keturunannya, ya antek asing. Itulah mereka yang selalu bicara bahaya militerisme.
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: