MENGANTAR JIWA - Lagu Pop Indonesia 2025 - Walking Stories Music Official Video
Автор: Walking Stories Music
Загружено: 2025-11-03
Просмотров: 188
Bandung dulu berdenyut lewat laju angkutan kota, khususnya jalur ikonik Ledeng–Cicaheum dan Abdul Muis–Dago (Kalapa–Dago), yang menautkan kampus, pusat perkantoran, hingga pasar tradisional. Bagi banyak orang, terutama generasi 40–50-an, angkot adalah “ruang bersama” tempat mahasiswa mengejar kuliah di Dago atau Ledeng, karyawan menuju pusat kota, dan ibu-ibu berbelanja. Bunyi klakson, gesekan pintu geser, serta obrolan ringan di kabin kecil itu melekat sebagai bagian dari ingatan bersama; angkot bukan semata moda, melainkan teman perjalanan masa muda.
Seiring waktu, peta mobilitas berubah. Ojek dan taksi daring menggeser dominasi angkot; deretan kendaraan hijau yang dulu padat kini menipis. Meski demikian, para sopir tetap setia menawarkan angkutan terjangkau, berusaha beradaptasi di tengah tekanan baru. Bagi sebagian warga, angkot masih berarti: alternatif hemat sekaligus cara merasakan kedekatan sosial—percakapan spontan dengan orang asing, menatap denyut kota dari jendela sempit. Ia adalah warisan hidup Bandung yang terus mencari bentuk, mungkin berbeda kelak, tetapi tetap berpegang pada semangat melayani.
Lirik Lagu | MENGANTAR JIWA
Kreator | Kijima Kusuma
Walking Stories Music
Di balik kaca buram senja, angkot melaju perlahan
Menyusuri jejak waktu di antara bising dan keramaian
Ledeng ke Dago, kisah lama tak pernah hilang
Roda berputar membawa harapan yang tak pernah usang
Suara klakson itu kini jadi kenangan
Gesekan pintu, tawa kecil jadi nyanyian
Duduk berhadapan, hati saling bersapa
Dalam sempit ruang, hangat rasa manusia
Oh angkot, engkau bukan sekadar kendaraan
Kau peluk mimpi dan percakapan sederhana
Dari pasar ke kampus, dari gelisah ke tawa
Kau ukir kisah di nadi kota tercinta
Kini deru mesinmu terdengar makin lirih
Terselip di antara motor dan layanan instan yang bersih
Tapi kau tetap hadir, meski dilupakan zaman
Dengan setia, menunggu di ujung harapan
Ada cinta dalam tiap perjalanan
Ada luka dan juga pengorbanan
Sopirmu pejuang dalam diam
Mengantar jiwa, tak kenal padam
Oh angkot, engkau bukan sekadar kendaraan
Kau peluk mimpi dan percakapan sederhana
Dari pasar ke kampus, dari gelisah ke tawa
Kau ukir kisah di nadi kota tercinta
Mungkin nanti kau tak lagi di jalan
Tapi di hati, kau tetap jadi kenangan
Legenda kecil di kota hujan
Angkot Bandung, kau abadi dalam ingatan
#legenda #legend #angkot #angkotbandung #lagupop #lagupopuler #lagupopindonesia #lagupopterbaru #lagu2025 #walkingstoriesmusic
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: