TUTUR KITAB SUCI, MINGGU 31 AGUSTUS 2025 // EKA GABRIEL FAHUWUSA GULO
Автор: KMKI KAM
Загружено: 2025-08-30
Просмотров: 257
RENDAH HATI
Halo teman-teman misioner. Salam misioner untuk kita semua. Perkenalkan nama saya ... dari paroki ... Teman-teman ada yang tahu tidak, Sabda Tuhan hari ini? Nah, hari ini saya ingin menceritakan Sabda Tuhan kepada teman-teman semua. Sabda Tuhan hari ini diambil dari Injil Lukas bab 14 ayat 1 dilanjutkan dengan ayat 7 sampai dengan ayat 14. Teman-teman mau tahu bagaimana ceritanya? Yuk, mari kita dengarkan.
Pada suatu hari Sabat, Yesus diundang oleh seorang pemimpin orang Farisi untuk makan di rumahnya. Semua mata memandang Yesus dengan penuh perhatian. Mereka ingin tahu apa yang akan Ia katakan dan lakukan. Saat makan dimulai, Yesus memperhatikan sesuatu yang menarik. Para tamu berebut memilih tempat duduk yang paling dekat dengan tuan rumah — tempat yang dianggap paling terhormat. Beberapa orang bergegas duduk di kursi depan, sambil tersenyum bangga.
Yesus pun berkata, “Kalau kamu diundang ke pesta pernikahan, jangan duduk di tempat terhormat. Mungkin ada orang lain yang lebih pantas duduk di sana, dan tuan rumah akan berkata kepadamu, ‘Pindahlah ke tempat yang lebih belakang.’ Kamu pun akan malu berjalan mundur di depan semua orang.” Semua orang terdiam, membayangkan betapa malunya kalau itu terjadi.
Yesus melanjutkan, “Sebaliknya, apabila kamu diundang, duduklah di tempat yang rendah. Kalau tuan rumah datang dan berkata, ‘Temanku, silahkan duduk di tempat yang lebih baik,’ kamu pun akan merasa senang dan dihormati di depan semua orang. Sebab setiap orang yang meninggikan diri akan direndahkan, dan yang merendahkan diri akan ditinggikan.”
Kemudian Yesus menoleh kepada tuan rumah dan berkata, “Kalau kamu mengadakan pesta, jangan hanya mengundang teman-temanmu, saudara-saudaramu, atau orang-orang kaya yang bisa membalas undanganmu. Sebaliknya, undanglah orang miskin, orang cacat, orang lumpuh, dan orang buta. Kamu akan berbahagia, karena mereka tidak dapat membalasnya. Tuhan sendiri yang akan membalasmu pada saat kebangkitan.” Semua yang hadir pun terdiam, menyadari bahwa kasih Tuhan itu bukan soal mencari balasan, tetapi memberi dengan tulus hati.
Teman-teman misioner, Yesus mengajarkan bahwa kita harus hidup dengan rendah hati dan mengasihi tanpa pamrih. Rendah hati berarti tidak merasa diri lebih penting daripada orang lain, tetapi siap menerima apa yang diberikan Tuhan dengan penuh syukur. Mengasihi tanpa pamrih berarti berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan, apalagi memilih-milih teman berdasarkan penampilan atau kekayaan. Teman-teman, dalam hidup sehari-hari, kita bisa mempraktikkannya dengan berbagi makanan, membantu teman yang kesulitan, atau mau bermain dengan siapa saja, bukan hanya dengan teman dekat. Tuhan senang jika kita memberi dengan hati yang tulus, dan Ia sendiri yang akan memberi hadiah yang jauh lebih indah daripada yang bisa kita bayangkan. Tuhan memberkati.
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: