RINDU DI CIBEUNYING - Jajanan Legendaris Kota Bandung Awug Cibeunying - Walking Stories Music
Автор: Walking Stories Music
Загружено: 2025-12-05
Просмотров: 209
Lirik Lagu | RINDU DI CIBEUNYING
Genre | Modern Pop - Jazz Fusion
Kreator | Kijima Kusuma
Walking Stories Music
Minggu sore langit sedikit temaram
Awan berarak, menyimpan muram
Namun di dalam kereta bajaku ini
Ada tawa kecil yang menghangatkan hati
Kita melaju membelah kota kembang
Hanya berdua, cerita pun terbentang
Menuju sudut yang tak pernah asing
Menjemput rindu di Cibeunying
Di sana kukusan bambu mengepulkan asa
Awug Cibeunying, legenda sang rasa
Gula merah lumer di sela putihnya tepung
Manisnya kenangan, takkan pernah rampung
Dari Rancaekek hingga menetap di sini
Resep Pak Ajang abadi mewangi
Di setiap suapan ada cinta yang pulang
Mengikat kita, hingga petang menjelang
Ingatkah dulu saat ku seusiamu?
Digandeng Ayah, berdiri menunggu
Di kaki lima, di depan apotek lama
Aroma ini menyapa s'lalu sama
Tahun tujuh lima, sejarah bermula
Delapan puluh, ia bertahta
Kini giliranmu merekam memori
Tentang manis gurih yang takkan lari
Di sana kukusan bambu mengepulkan asa
Awug Cibeunying, legenda sang rasa
Gula merah lumer di sela putihnya tepung
Manisnya kenangan, takkan pernah rampung
Dari Rancaekek hingga menetap di sini
Resep Pak Ajang abadi mewangi
Di setiap suapan ada cinta yang pulang
Mengikat kita, hingga petang menjelang
Waktu boleh berlari kencang
Gedung-gedung boleh menjulang
Namun lidah tak pernah berdusta
Pada tumpeng manis, perekat keluarga
Warisan rasa... untuk anak cucu kita...
Di sana kukusan bambu mengepulkan asa
Awug Cibeunying, legenda sang rasa
Gula merah lumer di sela putihnya tepung
Manisnya kenangan, takkan pernah rampung
Legenda terwujud dari cita rasa...
Lima puluh tahun, tetap setia...
Minggu sore...
Aku, kamu, dan Awug Cibeunying...
Cerita di balik lagu:
Minggu sore menyapa Kota Bandung dengan langit yang sedikit temaram. Di bawah naungan awan yang berarak pelan, roda kendaraan kami berputar menyusuri aspal, meninggalkan rumah menuju sebuah tujuan yang tak asing lagi.
Hanya ada aku dan anak tercinta. Sepanjang perjalanan, kami bertukar cerita, membiarkan tawa kecil mengisi ruang di antara deru mesin, menikmati kebersamaan yang sederhana namun mewah. Tujuan kami satu: menjemput sepotong kenangan manis bernama Awug Cibeunying.
Di sudut jalan dekat bekas Apotek Cibeunying yang legendaris, aroma kukusan itu memanggil pulang. Di sanalah lapak itu berdiri kokoh, saksi bisu perjalanan waktu yang bermula dari Rancaekek di awal dekade 70-an. Sejak tahun 1980, di kaki lima inilah Pak Ajang dan penerusnya menancapkan jangkar, meracik tepung beras dan gula merah menjadi legenda. Saat menyantapnya, bukan hanya rasa manis dan gurih yang lumer di lidah, melainkan juga rasa haru yang hangat.
Awug ini adalah mesin waktu. Mereka yang dulu datang sebagai anak kecil dalam genggaman orang tua, kini berdiri di antrean yang sama, namun dengan peran yang berbeda—mereka kini adalah orang tua yang mengenalkan rasa itu kepada buah hatinya. Rasa enak yang terekam kuat dalam memori masa kecil, kini diceritakan kembali sebagai warisan lidah kepada anak cucu.
Lebih dari lima puluh tahun berlalu, Awug Cibeunying tetap setia. Ia bukan sekadar jajanan; ia adalah pengikat memori dan perekat hubungan keluarga. Di setiap gigitannya, terwujud sebuah legenda yang lahir dari cita rasa dan cinta yang tak pernah padam.
#awug #awugcibeunying #sejarahawugcibeunying #jalanahmadyani #lagu #lagupop #lagumodernpop #lagupopterbaru #lagupopindonesia #walkingstories #walkingstoriesmusic #sukamaju #cibeunyingkidul
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: