Warga Singapura Serbu Batam, Tinggalkan Negaranya Sendiri! Ada apa?
Автор: KIKY KHOTO
Загружено: 2026-01-17
Просмотров: 14680
#indonesia #malaysia #bahasaindonesia
=========================================
Untuk promosi, kerjasama dan penggunaan dengan tujuan komersial, silahkan hubungi kontak berikut:
Instagram : www.instagram.com/rezky.anadra
whatsapp :https://bit.ly/KIKYKHOTO
=========================================
Suka dengan konten KIKY KHOTO? Anda bisa mentraktir tim kreatif kami melalui QRIS berikut:
https://bit.ly/Traktir_KIKY_KHOTO
Hola guys..
Kali ini gw pengen ngajak kalian buat bahas suatu topik yang lumayan seru dan asik. Topiknya adalah Warga Singapura Serbu Batam, Tinggalkan Negaranya Sendiri. Kira-kira ada apa?
Arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam masih menunjukkan geliat positif, terutama dari negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Kepadatan wisman terlihat di sejumlah titik favorit seperti Nagoya, Harbour Bay, Batam Centre, hingga pusat-pusat perbelanjaan. Pelabuhan internasional pun tetap dipadati wisatawan yang datang menggunakan kapal feri dari Singapura dan Johor Bahru.
“Batam sangat dekat dan mudah dijangkau. Kami sering datang untuk liburan singkat, belanja, dan menikmati makanan laut,”
Begitu ujar Lim We, wisatawan asal Singapura yang ditemui di kawasan Nagoya.
Baginya, suasana Batam kini semakin hidup dengan banyak pilihan kuliner dan hiburan. Geliat kunjungan tersebut juga tercermin dari kinerja sektor perhotelan.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Batam pada Oktober ini mencapai 53,45 persen, meningkat 1,35 poin dibanding September yang tercatat 52,10 persen. Angka ini berada di atas rata-rata Provinsi Kepri yang mencatat TPK 47,96 persen.
Peningkatan okupansi hotel menjadi sinyal kuat bahwa pergerakan wisman tidak sekadar transit, melainkan benar-benar menginap dan membelanjakan uangnya di Batam. Hotel-hotel di kawasan bisnis dan waterfront dilaporkan menikmati tingkat hunian lebih tinggi, terutama pada akhir pekan.
“Saya biasanya menginap dua malam. Hotelnya nyaman dan harganya masih lebih terjangkau dibanding Singapura,”
Begitu kata Aisyah Rahman, wisatawan asal Malaysia yang datang bersama keluarganya.
Ia mengaku rutin berkunjung ke Batam. Selain masih memiliki keluarga di Batam, alasan lain juga karena jarak negara yang dekat dan banyak pilihan destinasi menarik.
Berdasarkan data BPS, sepanjang Oktober 2025, tercatat sebanyak 139.443 kunjungan wisman ke Batam. Hal ini memantapkan posisi Bandar Dunia Madani sebagai salah satu pintu utama pariwisata internasional di Indonesia bagian barat.
Meski secara bulanan jumlah kunjungan tersebut mengalami penurunan tipis 1,77 persen dibanding September 2025 yang mencapai 141.958 kunjungan, dinamika pergerakan wisman dinilai masih stabil dan cenderung ramai, terutama pada akhir pekan dan masa libur singkat di negara tetangga.
Lalu mengapa sekarang warga Singapura lebih senang berbelanja di batam daripada di negaranya sendiri?
Ya, tidak lain tidak bukan karena ekonomi Singapura yang tengah terguncang. Kondisi ini pun terjadi sangat mendadak sehingga dunia pun dibuat terbelalk oleh nya. Bayangkan Singapura negara dengan pendapatan perkapita tertinggi di dunia, kini berada di situasi ekonomi terburuk dalam beberapa decade terakhir. Bahkan PHK Besar-besaran di Singapura Tembus Hampir 20 Ribu, Ada Apa?
Kementerian Perdagangan dan Perindustrian (MTI) Singapura mencatat nyaris 20 ribu orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2025.
MTI mencatat angka pengangguran tahun ini sebesar 2 persen, naik dari tahun 2024 yang sebesar 1,9 persen.
Menurut MTI, ada nyaris 19.800 staf yang kehilangan pekerjaan mereka tahun ini.
Mereka dari tujuh sektor industri dan mayoritas dari kalangan profesional seperti manajer hingga teknisi.
Sektor Informasi dan Komunikasi menjadi yang paling parah terdampak. Lebih dari 4.000 orang kehilangan pekerjaan tahun ini di sektor tersebut.
Sektor real-estate dan perdagangan juga jadi salah satu yang mengalami penurunan pekerja.
Meski begitu, pada saat yang sama, ada pertumbuhan di sejumlah sektor, seperti konstruksi dan pekerjaan rumah tangga. Wilayah kerja ini biasanya paling banyak diisi oleh pekerja migran.
Sektor layanan keuangan, kesehatan, dan layanan sosial juga termasuk yang mengalami pertumbuhan.
Menurut data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura, tingkat pengangguran total di negara tersebut tetap rendah, yaitu 2% secara keseluruhan dan di bawah 3% untuk warga negara dan Penduduk Tetap/PR.
Namun sektor-sektor bernilai tinggi yang mempekerjakan pekerja lokal berkualitas, seperti layanan profesional, real estat, dan teknologi informasi (TI), justru "mengalami kehilangan ribuan pekerjaan".
Sektor real estate mengalami kehilangan bersih 4.400 posisi.
Nah buat kalian yang tertarik dengan konten ini, langsung aja tonton videonya sampai habis ya.
Enjoy-
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: