REVIEW BUKU #3: TIGA SYARAH PENTING KITAB JAUHARAH AT-TAUHID, KARYA IMAM AL-LAQANI
Автор: Muhammad Nuruddin Official
Загружено: 2022-08-21
Просмотров: 1821
#jauharah #tauhid #imamlaqani #kalamia
Satu lagi kitab ilmu kalam sunni yang cukup populer dan banyak mendapatkan komentar (syarh) sekaligus catatan pinggir (hasyiyah) dari para ulama. Yaitu kitab Jauharah at-Tauhid. Dalam video ini saya sengaja menampilkan tiga syarah tebal atas matan kitab itu, yang ketiga-tiganya ditulis oleh penulisnya sendiri. Yaitu Imam al-Laqani. Untuk ketebalan kitab bisa Anda lihat sendiri. Kalau kita mengklaim bahwa dasar-dasar akidah dalam Islam itu berlandaskan pada bukti, dan bukti-bukti itu sendiri dipaparkan dalam metode keilmuan yang sahih, sehingga kita dapat memastikan keilmiahannya, maka klaim itu bukan mengada-ada. Memang begitulah faktanya.
Kalau kita mengklaim bahwa butir-butir keimanan dalam Islam itu dipaparkan dalam kitab yang berjilid-jilid, lengkap dengan kaidah-kaidah yang melandasinya, itu juga fakta. Satu kitab saja bisa melahirkan puluhan kitab yang lain. Contohnya seperti kitab Imam al-Laqani ini. Kita belum bicara kitab-kitab yang ketebalannya melampaui itu. Mirisnya, dengan kenyataan itu, masih ada saja orang Islam yang melihat keimanan hanya sebatas kepercayaan semata. Dan karena itu, misalnya, tidak bisa dijadikan pijakan dalam kajian ilmiah. Juga cenderung tidak mempersoalkan hasil kajian-kajian yang bertentangan dengan keimanannnya. Dengan alasan ini iman, itu kajian ilmiah!
Seolah-olah imannya sendiri bukan kesimpulan yang ilmiah. Kalau benar keimanan itu tidak ilmiah, lantas kitab-kitab tebal ini ditulis untuk apa? Para Mutakallimun itu punya metode pembuktian yang ketat. Basis kaidahnya jelas. Sekali ada yang bertentangan dengan hukum akal, langsung mereka tolak. Manakala suatu kesimpulan yang dijadikan keimanan itu terbukti benar, dan memiliki landasan-landasan yang kuat, mestinya kita harus terima itu sebagai kesimpulan ilmiah. Klaim yang menyebutkan al-Quran sebagai firman Tuhan, misalnya, berlandaskan pada bukti-bukti yang berlimpah. Kalau bukti-bukti ini diterima, maka kesimpulan itu tak boleh kita kesampingkan dalam kajian-kajian kita.
Dalam Islam tidak ada istilah "kamu harus beriman", tapi tidak ada alasan yang benar-benar sahih di balik keimanan itu. Semua ada dalilnya. Bahkan keimanan orang yang bertaklid diperselisihkan kesahihannya oleh para ulama. Karena iman yang dipeluknya tidak berbasis pada pembelajaran akan bukti-bukti itu. Yang saya tampilkan dalam video ini tidak termasuk puluhan syarah lain atas karya monumental dari Imam al-Laqani ini. Dengan mempelajari ilmu kalam, kita tidak hanya bisa memantapkan keimanan, tapi kita juga bisa membuktikan kebenaran iman itu dengan kaidah-kaidah keilmuan yang mapan. Anda tanya apa saja keyakinan yang Anda ragukan dari ajaran Islam, jawabannya pasti ada. Kalau mau diuji kesahihannya, bisa. Asal kita sama-sama menjunjungtinggi objektivitas.
Agama yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad Saw adalah agama yang terang benderang. Tak ada kekaburan untuk menerima kebenarannya. Asalkan kita belajar dari arah yang jelas. Asalkan kita membaca uraiannya dengan teliti dan cermat. Para ulama dari berbagai generasi datang untuk lebih memperjelas lagi sesuatu yang sudah jelas itu. Dewasa ini kita menjumpai orang-orang yang ingin mengaburkannya. Mirisnya upaya itu kadang dilakukan oleh orang Islam itu sendiri. Lagi-lagi dengan bungkus kajian ilmiah. Kemungkinan besar mereka nggak pernah bersentuhan dengan kitab-kitab semacam ini. Apalagi mendalaminya dengan baik.
Kalau belajar akidah, yang mereka pelajari paling hanya sifat 20, mustahil 20, wajib bagi rasul 4, mustahil 4, dan begitu seterusnya. Padahal, khazanah ilmu kalam yang diwariskan oleh para ulama jauh lebih kaya dari itu. Di balik lipatan kitab-kitab kuning itu ada metode keilmuan yang sampai sekarang masih relevan untuk kita pelajari. Tak akan ada orang yang meremehkan ilmu ini kecuali orang yang tidak pernah mempelajari, atau tidak tahu dengan keistimewaan ilmu itu sendiri. Saatnya kita kembali pada karya-karya ulama kita. Bukan menghabiskan waktu dengan membaca pikiran-pikiran halu dari orang-orang yang tidak jelas sanad keilmuannya.
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: