CERITA Ja'far Terombang-ambing di Laut, Selamat dari Insiden Kapal Tenggelam Berkat Tutup Fiber
Автор: TribunbatamID
Загружено: 2026-01-26
Просмотров: 53
CERITA Ja'far Terombang-ambing di Laut, Selamat dari Insiden Kapal Tenggelam Berkat Tutup Fiber
TRIBUNBATAM.id, LINGGA-Insiden kecelakaan laut dialami seorang nelayan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.
Ja’far, warga Dusun Berjung, Desa Batu Belubang, Kecamatan Bakung Serumpun, nyaris kehilangan nyawa setelah kapal pompong miliknya tenggelam saat melaut, Minggu (25/1/2026) pagi.
Kejadian bermula ketika Ja’far berangkat dari rumah sekira pukul 07.30 WIB untuk memancing menggunakan perahu motor miliknya itu.
Saat itu, kondisi cuaca di perairan tersebut menurutnya tidak bersahabat, dengan angin kencang disertai gelombang tinggi.
“Saat itu saya ingin memancing, angin kencang karena masuk utara ini angin memang kencang,” ungkap Ja’far, Senin (26/1/2026).
Dalam perjalanan menuju lokasi memancing, Ja’far memperkirakan tinggi gelombang laut mencapai sekitar 1,5 meter.
Namun nahas, di tengah pelayaran, bagian bawah papan kapal mengalami kerusakan sehingga air laut dengan cepat masuk ke dalam perahu.
“Saat itu saya ingin menutup air yang keluar namun tak bisa lagi, air sudah sepinggang saya,” ungkapnya.
Menyadari kondisi kapal yang semakin kritis dan berpotensi tenggelam, Ja’far segera mengambil langkah penyelamatan diri.
Ia mengikatkan tali ke tutup fiber dan mengaitkannya ke pinggang agar tetap bisa mengapung di laut.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB tersebut membuat Ja’far harus bertahan di tengah laut hanya dengan mengandalkan tutup fiber.
Ia terombang-ambing mengikuti arus selama kurang lebih 30 menit sambil berharap ada kapal lain yang melintas.
Dari kejauhan, ia melihat ada kapal nelayan lain yang mendeket hingga ia bisa bernapas lega.
“Rupanya itu adik saya sendiri, lantas dari situ saya selamat,” ujarnya.
Kapal pompong milik korban diketahui tenggelam di perairan antara Pulau Buaya dan Pulau Empoh.
Awalnya, sang adik yang melintas mengira ada orang lain yang hanyut di laut.
Namun setelah didekati, barulah diketahui bahwa sosok tersebut adalah Ja’far.
Korban kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke daratan dalam kondisi selamat.
Proses evakuasi kapal yang tenggelam melibatkan personel Pos TNI AL Cempa, Kepala Dusun Berjung, Ketua RT setempat, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Evakuasi dilakukan dengan menggunakan alat kompresor dan dibantu tiga penyelam tradisional warga setempat, dengan waktu pengerjaan sekitar satu jam.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah alat tangkap ikan milik korban ikut tenggelam.
Evakuasi kapal hingga berhasil dibawa ke darat baru rampung pada sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB.
Ja’far mengaku mengalami kerugian cukup besar akibat insiden tersebut. Kerusakan mesin, badan kapal, serta hilangnya alat tangkap ikan ditaksir mencapai Rp20 juta.
"Saat ini kapal sudah di darat, melihat apa yang bisa diperbaiki," tambahnya.
(Tribunbatam.id/Febriyuanda)
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: