Banjir Sumatra Memburuk, Prabowo Turunkan Seskab Teddy Kirim Bantuan Banjir Sumatra
Автор: Tribun Bekasi Official
Загружено: 2025-11-28
Просмотров: 124
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya diturunkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam pengiriman bantuan ke korban banjir Sumatra Utara.
Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengirimkan bantuan pada Jumat (28/11/2025).
Teddy mengatakan bahwa pengiriman bantuan dari pemerintah pusat ini merupakan instruksi dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Prabowo mengerahkan 4 pesawat TNI-AU yaitu 3 pesawat Hercules dan 1 pesawat A400 yang baru tiba di tanah air awal bulan ini, ke bandara terdekat lokasi bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Atas instruksi langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, pagi ini pukul 07.30 WIB, diterbangkan 4 pesawat TNI-AU yaitu 3 pesawat Hercules dan 1 pesawat A400 yang baru tiba di tanah air awal bulan ini, ke bandara terdekat lokasi bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” jelasnya.
Kata Teddy, penerbangan bantuan ini bukan pengiriman bantuan yang pertama.
Sebab sejak hari pertama kejadian di 25 November, Bapak Presiden sudah menginstruksikan seluruh tim terkait untuk langsung turun ke lokasi.
Sejumlah bantuan pun dikirim dengan menggunakan pesawat TNI dan juga pesawat komersial.
Bantuan yang dikirim pagi ini telah disesuaikan dengan kebutuhan utama yang diminta oleh masing-masing kepala daerah, antara lain tenda, perahu karet, genset listrik, alat komunikasi dan penguat sinyal, tim dokter dan obat-obatan serta berbagai makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan lainnya.
Telah dilakukan pula modifikasi cuaca untuk sebisa mungkin mengurangi curah hujan.
Teddy memastikan pemerintah akan terus memastikan seluruh bantuan tersalurkan dan evakuasi dilakukan secepat mungkin.
Sementara itu pemerintah pusat menggelar Rapat Tingkat Menteri Percepatan Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor, menyikapi dampak badai siklon tropis Senyar yang melanda provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Rapat dipimpin Menko PMK Pratikno dan melibatkan kementerian/lembaga serta seluruh kepala daerah dari wilayah terdampak melalui telekonferensi.
Rapat ini berlangsung di Graha BNPB, Jakarta Timur, pada Kamis (27/11/2025), dengan pembahasan terfokus pada kondisi terkini di lapangan, urgensi penanganan darurat, serta percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di daerah terdampak.
Berdasarkan penjelasan dari BMKG dalam rapat, badai siklon tropis Senyar telah memicu hujan sangat lebat, angin ekstrim, banjir, longsor, serta gangguan transportasi laut di tiga provinsi.
Di sisi lain, laporan BNPB, Basarnas, serta para kepala daerah menunjukkan bertambahnya korban jiwa dan meluasnya kerusakan infrastruktur, termasuk jembatan putus, jalan yang tertimbun longsor, dan akses darat yang terisolasi.
“Pemerintah pusat dan daerah terus bekerja keras untuk penanganan darurat. Kami belum dapat menyampaikan angka pasti korban jiwa karena proses pendataan masih berlangsung dan terus diperbarui,” ujar Menko PMK Pratikno.
Menko PMK menegaskan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto agar fase tanggap darurat ditangani secara serius, cepat, dan terkoordinasi, sekaligus mulai menyiapkan langkah pemulihan pascabencana.
Seluruh daerah terdampak juga telah menetapkan status darurat bencana, yang menjadi dasar hukum bagi pemerintah pusat untuk mengerahkan sumber daya dan melakukan intervensi sesuai ketentuan Undang-Undang Penanggulangan Bencana.
“Dengan adanya penetapan status darurat, tidak ada hambatan administratif bagi pemerintah pusat untuk memberikan dukungan penuh, termasuk penggunaan Dana Siap Pakai. Pemerintah daerah juga diberikan fleksibilitas dalam pergeseran dan realokasi anggaran,” ujar Menko PMK.
Dalam rapat tersebut, Wakil Menteri PU, BNPB, dan kementerian/lembaga terkait melaporkan tantangan cuaca ekstrem yang menghambat distribusi bantuan. Pemerintah sedang menyiapkan opsi pengiriman bantuan melalui jalur udara untuk menjangkau wilayah terisolasi.
Selain fase tanggap darurat, pemerintah menekankan pentingnya penanganan jangka panjang dari hulu ke hilir, mencakup penataan penggunaan lahan, pemulihan kawasan hutan, serta optimalisasi waduk retensi, situ, dan aliran sungai, sebagaimana yang telah diterapkan dalam penanganan banjir beberapa waktu yang lalu di Jabodetabek.
“Ini adalah persoalan nyawa dan keselamatan manusia. Pemerintah bergerak cepat, terkoordinasi, dan masif untuk memastikan seluruh masyarakat terdampak dapat tertangani dengan baik,” pungkas Menko PMK.
Turut hadir dalam agenda tersebut, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, para perwakilan dari kementerian/lembaga, serta kepala daerah terkait.
(Wartakota/Desy Selviany)
Editor Video: Fitriana Dewi
Uploader: Erwin Joko Prasetyo
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: