Ucapanku Adalah Cerminan Diriku
Автор: Yudha Triguna Channel
Загружено: 2025-09-18
Просмотров: 460
• Ucapanku Adalah Cerminan Diriku
Ucapanku Adalah Cerminan Diriku
#PentingnyaMenjagaKataKata
#JagalahUcapanmu
#SemuaBermulaDariUcapanmu
Manusia dilahirkan dengan Tri Pramana yakni Idep kemampuan untuk berpikir, bayu sebagai kemampuan untuk berkembang dan sabda merupakan kemampuan untuk berbicara. Sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna, tentu manusia harus lebih unggul dari makhluk hidup lainnya. Dalam filsafat Hindu dan Buddha, konsep karma menjelaskan bahwa pikiran, ucapan, dan tindakan kita menciptakan energi yang kembali kepada kita dalam bentuk pengalaman hidup. Dengan kata lain, pikiran kita menciptakan pola energi yang memengaruhi dunia di sekitar kita, menjadikannya cermin yang merefleksikan isi batin kita. Misalnya, seseorang yang selalu berpikir negatif mungkin akan menarik situasi-situasi yang sulit, karena cara pikirnya membatasi kemampuannya untuk melihat peluang atau solusi. Sebaliknya, seseorang yang berpikir positif cenderung memiliki pengalaman hidup yang lebih cerah karena pikirannya terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan baik. Terkait berbicara yang baik dan benar, dalam Kitab Sarasamuccaya.124 menyebutkan bahwa:Samyagalpam ca vaktavyamaviksiptena cetasa, Vakprabandho hi samragad viragadva bhavedasan.
Artinya: Seseorang harus berbicara dengan kata-kata yang terukur dan benar dengan pikiran yang waras. Ucapan dapat dirusak oleh cinta dan kebencian. Berdasarkan kutipan sloka diatas untuk mencapai Wacika (berkata yang baik dan benar) diperlukan kontrol diri (self control) dalam mengeluarkan kata-kata harus dengan pikiran yang tenang, mengingat ucapan yang dikeluarkan dari mulut adalah cerminan atau gambaran dari diri sendiri. Ada satu pepatah yang menyebutkan bahwa “mulutmu harimaumu”, itulah pentingnya untuk membatasi kata-kata yang akan dikeluarkan, dan tentu sudah melalui proses filter. Pada beberapa kasus ucapan dapat membawa malapetaka, yang berujung perkelahian fisik, bukan hanya perang kata saja sebagaimana yang termuat dalam Kitab Sarasamuccaya.125 menyebutkan bahwa:Abhyavahati kalyanam vividham vak subhasita Saiva durbhasita pumsamanarthayopapadyate Artinya Ucapan yang baik akan membawa banyak kebaikan. Tetapi jika ucapan yang buruk itu membawa kejahatan kepada manusia. Seseorang memberikan penilaian yang dilihat pertama adalah cara dalam berpenampilan, kemudian adalah cara dalam berbicara. Berbicara memang mudah tapi juga tidak mudah, bisa mendatangkan segala jenis kebaikan namun bisa juga mendatangkan bahaya, seperti pepatah masyarakat Bali menyebutkan “buka layahe tanpa tulang” yang artinya seperti lidah tidak bertulang. Begitupula ucapan yang dilontarkan tanpa menggunakan dasar pemikiran yang matang, bisa memberikan dampak negatif kepada diri sendiri. Kitab Sarasamuccaya.128 menyebutkan bahwa: Samrohati sanairvviddham vanam parasuna hatam, Vaca duruktam bibhatsam na samrohati taksatam. Artinya:Sebuah pohon yang ditebang dengan perlahan-lahan tumbuh kembali. Tapi luka yang dibuat oleh ucapan yang tidak kunjung sembuh. Ucapan (perkataan) sebagai cermin dari pikiran adalah konsep yang mengingatkan bahwa manusia adalah arsitek dari realitas yang kita alami. Pikiran kita memiliki kekuatan besar untuk menciptakan dunia yang indah atau suram, tergantung bagaimana kita mengelolanya. oleh karena itu, mari kita jaga kebersihan pikiran, karena dunia yang kita lihat adalah pantulan dari apa yang ada di dalam diri kita. Penilaian orang lain tentang pribadimu tergantung pada bagaimana dirimu memperlakukan orang lain, semakin kasar dan jahat ucapanmu maka semakin itulah yang akan menjadi cerminan baik atau buruknya hati, pikiran dan kepribadiaan yang dimiliki oleh seseorang. Seperti halnya pohon yang diberikan goresan, lukanya akan mengering tetapi sampai kapanpun goresan itu akan tetap menjadi luka. Sama halnya kata-kata kasar penuh penghinaan tidak akan bisa dilupakan oleh setiap manusia. Ingatlah sebuah peribahasa “ucapan adalah doa”, begitupula umat manusia agar mengucapkan hal-hal yang positif agar senantiasa menjadi boomerang untuk kehidupan yang shanti.
Bagaimana penjelasan selanjutnya, silahkan simak sesuluh Yudha Triguna melalui Yudha Triguna Channel pada Youtube, juga pada Dharma wacana agama Hindu.
Untuk mendapatkan video-video terbaru silahkan Subscribe
https://www.youtube.com/channel/UCB5R
Facebook: www.facebook.com/yudhatriguna
Instagram: / yudhatrigunachannel
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: