TUTUR KITAB SUCI, MINGGU 19 OKTOBER 2025 // PRISCILIA BR. SIMARMATA
Автор: KMKI KAM
Загружено: 2025-10-18
Просмотров: 166
TEKUN BERDOA
Halo teman-teman misioner. Salam misioner untuk kita semua. Perkenalkan nama saya Priscilia br. Simarmata dari paroki Beato Dionisius - Sumbul . Teman-teman ada yang tahu tidak, Sabda Tuhan hari ini? Nah, hari ini saya ingin menceritakan Sabda Tuhan kepada teman-teman semua. Sabda Tuhan hari ini diambil dari Injil Lukas bab 18 ayat 1 sampai dengan ayat 8. Teman-teman mau tahu bagaimana ceritanya? Yuk, mari kita dengarkan.
Suatu hari, Yesus sedang bersama murid-murid-Nya. Ia ingin mengajarkan sesuatu yang sangat penting, yaitu tekun berdoa dan jangan bosan. Yesus bercerita kepada mereka: Di sebuah kota, ada seorang hakim. Hakim ini terkenal keras hati. Ia tidak takut kepada Allah, dan ia juga tidak peduli pada orang lain. Semua orang di kota itu tahu, kalau ingin menang perkara, biasanya orang harus membayar hakim itu.
Di kota itu juga tinggal seorang janda miskin. Ia tidak punya suami, tidak punya kuasa, dan hidupnya sangat sederhana. Namun ia punya satu hal: ketekunan. Setiap hari, janda itu datang kepada hakim itu. Dengan suara lirih tapi penuh keyakinan ia berkata: “Tolonglah aku! Bela hakku terhadap lawanku!”
Awalnya, hakim itu tidak mau mendengarkan. Ia mengabaikan janda itu, bahkan mengusirnya. Tetapi karena janda itu tidak menyerah, Keesokan harinya ia datang lagi. Besoknya lagi ia datang. Dan seterusnya, tanpa lelah. Hari demi hari, janda itu terus datang. Ia tidak berhenti mengetuk pintu hakim itu, meskipun ditolak berkali-kali.
Akhirnya, hakim itu mulai merasa terganggu. Ia berkata dalam hatinya: “Aku memang tidak takut kepada Allah, dan aku tidak peduli pada siapa pun. Tetapi janda ini terus-menerus mendatangiku, dan aku sudah lelah mendengarnya. Baiklah, aku akan menolongnya supaya ia berhenti menggangguku.” Lalu hakim itu membela hak janda itu, dan janda itu mendapatkan keadilan.
Setelah menceritakan kisah itu, Yesus menatap murid-murid-Nya dan berkata: “Kalau seorang hakim yang tidak adil saja akhirnya mau menolong karena ketekunan seorang janda, apalagi Bapa di surga! Tidakkah Ia akan segera menolong anak-anak-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?” Yesus menutup pengajaran-Nya dengan pertanyaan yang menusuk hati: “Tetapi, jika Anak Manusia datang, adakah Ia menemukan iman di bumi?”
Teman-teman misioner, kisah ini mengajarkan kita untuk selalu berdoa dengan tekun. Doa bukan hanya sekali lalu berhenti, tetapi harus terus-menerus, dengan penuh keyakinan bahwa Tuha mendengar. Seperti janda miskin yang tidak pernah menyerah, kita pun harus tekun datang kepada Tuhan. Meskipun jawaban doa belum terlihat, jangan putus asa. Tuhan lebih baik daripada hakim itu — Ia penuh kasih dan pasti mendengarkan doa kita pada waktu yang tepat. Yesus juga mengingatkan bahwa doa yang tekun lahir dari iman yang teguh. Jika kita percaya sungguh kepada Tuhan, kita akan terus berdoa, bersabar, dan yakin bahwa kasih-Nya tidak pernah gagal. Mari teman-teman, kita tekun berdoa. Tuhan memberkati.
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: