PROGRAM HILIRISET SINERGI "INOVASI CANTIKYU"
Автор: LPPM_Petra Christian University
Загружено: 2025-11-18
Просмотров: 63
“Pengembangan CANTIKYU: Inovasi Canting Cap dari Limbah Kertas dan Kayu untuk Meningkatkan Produktivitas UMKM Batik di Eks-Lokalisasi Dolly” merangkum upaya hilirisasi dari kampung yang bangkit—Eks-Lokalisasi Dolly, Surabaya—menjadi ruang belajar kreatif yang ramah anak. Limbah kertas–kayu ditransformasi menjadi canting cap yang ringan, terjangkau, dan mudah direplikasi, sekaligus jantung Edu Kit batik cap untuk sesi 30–45 menit (usia 10–15 tahun). Proyek ini lahir dari kolaborasi dengan komunitas pengrajin GENARTA dan digerakkan tim lintas disiplin: Aniendya Christianna (Desain Komunikasi Visual), Dean Charlos (Pajak & Akuntansi), Astri Yogatama (Ilmu Komunikasi), serta tim mahasiswa. Tahun berjalan menargetkan tiga luaran: model bisnis terapan berbasis full-costing dan circular procurement agar pasok limbah stabil dan biaya transparan; strategi komunikasi–pemasaran untuk orang tua urban dan sekolah, dengan pesan sederhana yang menjawab kekhawatiran soal keamanan, waktu beres-rapi, dan ketersediaan isi ulang; serta paket teknis berupa gambar kerja, spesifikasi material, dan checklist QC. Perumusan dilakukan melalui observasi produksi, wawancara mendalam, FGD, pemetaan Business Model Canvas, perhitungan HPP kain batik cap, perancangan proses bisnis yang merapikan order log, jadwal pengadaan limbah, job card, dan QC dua tahap, sekaligus validasi kebutuhan guru–orang tua. Konsep Edu Kit telah utuh: kemasan kotak standar dengan jendela lengkung, tray modular berurutan, serta komponen siap praktik—dasar cap multiplex, gagang dua panjang, strip kertas 1,5 cm, lem CA, lilin malam kubus, pemanas tanpa api dengan wadah logam, pewarna cair, waterglass, kain mori, pinset, kuas spon, dan lembar motif “mega mendung” A5 (ber-grid) agar pemula berhasil pada percobaan pertama. Capaian sementara: model bisnis ±80%, strategi komunikasi ±80%, gambar teknik & spesifikasi ±75% dengan draf form QC; ukuran cap 8×8 cm dan 10×10 cm terkunci untuk diferensiasi jenjang. Implementasi menuju uji lapangan terbatas melalui starter pack 2–3 set guna menguji tiga penentu adopsi: guru mampu memimpin mandiri setelah video 2 menit, durasi kelas 30–45 menit terpenuhi dari setup hingga beres, dan munculnya repeat order melalui paket refill. Lebih dari sekadar alat dan kit, CANTIKYU menawarkan model perubahan yang menyatukan budaya, lingkungan, dan pendidikan: menata citra kampung yang ramah anak dan berbasis karya, memberi alat ergonomis bagi pengrajin perempuan, serta menghadirkan pengalaman belajar batik yang aman, sederhana, dan menyenangkan bagi siswa. Proyek didukung Program Sinergi Skema Hilirisasi Riset Berbasis Transfer Teknologi Terintegrasi (SINERGI) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikdikteis) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, dengan harapan tumbuhnya ekosistem berkelanjutan—pasok limbah tertata, produksi komunitas konsisten, pembelajaran terukur, promosi jujur “dari kampung menjadi inspirasi,” dan ekonomi mikro yang lebih stabil karena setiap komponen, dari cap hingga refill, memiliki tempat dalam siklus penggunaan berulang sehingga warisan batik terus hidup melalui tangan generasi baru.
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: