Lagu Indie Paling Jujur Tentang Kegagalan Sistem Hidup & Tekanan Keluarga | Nol Mutlak
Автор: Vo
Загружено: 2026-01-03
Просмотров: 103
"Kematian bukanlah sebuah tragedi, melainkan variabel Nol yang menyederhanakan persamaan hidup yang cacat."
Selamat datang di ruang hampa ini. "Nol Mutlak" adalah sebuah karya eksplorasi audio-visual yang membedah sisi gelap eksistensi manusia modern: karir yang stagnan, meja makan keluarga yang membisu, dan perasaan lelah karena dipaksa terus bergerak oleh rotasi dunia yang tak pernah peduli.
Lagu ini menggunakan metafora Entropi—hukum fisika di mana segala sesuatu akan menuju kehancuran. Dalam liriknya, kami menyisipkan logika matematika untuk menggambarkan keadaan mental:
Stagnasi Karir: Diibaratkan sebagai mesin yang aus karena gesekan terus-menerus tanpa fungsi.
Tekanan Keluarga: Menggambarkan ketidakadaan ruang bicara (silence) yang justru lebih bising dari teriakan.
Logika Kematian: Memposisikan "akhir" sebagai System Reset yang efisien bagi jiwa yang sudah melampaui kapasitas beban sistemnya.
Jika lagu ini mewakili apa yang sedang Anda rasakan, mari berdiskusi di kolom komentar. Anda tidak sendirian dalam kebingungan ini.
🎼 Lirik (Lyrics):
(Verse 1) Kalkulasi pagi selalu berakhir minus Delapan jam menjual nyawa, sisanya mencuci sisa arus Aku adalah penyaring di dalam tangki yang keruh Memisahkan kotoran, sementara diriku sendiri runtuh Logikanya sederhana: mesin yang bekerja tanpa henti Akan aus, berkarat, lalu kehilangan fungsi Aku sudah sampai di titik gesekan terakhir.
(Pre-Chorus) Pandanganku mengabur, seperti lensa yang kehilangan fokus Wajah-wajah di rumah adalah siluet yang terputus Kita bicara dalam frekuensi yang berbeda Aku berteriak dalam diam, mereka mendengar gema yang tak ada Dunia ini terlalu bising untuk satu nyawa yang ingin hening.
(Chorus) Kematian adalah angka nol yang sempurna Variabel terakhir yang menghapus semua sengketa Jika hidup adalah grafik yang terus menurun Maka berhenti adalah cara satu-satunya untuk bangun Dunia berputar seperti gir yang haus akan mangsa Memaksa kita bergerak dalam putaran putus asa Tapi logikaku bilang: gravitasi tak bisa dilawan Dan tidur selamanya adalah bentuk kemenangan paling aman.
(Verse 2) Aku melihat tubuhku sebagai objek yang statis Terjepit di antara cicilan dan ekspektasi yang apatis Di bawah lampu kantor yang dingin dan pucat Aku menyadari bahwa setiap detak jantung adalah pengkhianat Ia menjanjikan waktu, padahal hanya menunda akhir Menyeret beban yang secara matematis tak mungkin mahir Kita hanyalah data yang akan segera dihapus oleh sejarah.
(Bridge) Entropi... segalanya menuju ketiadaan Energi... habis terbakar oleh keadaan Tidak ada ruang bicara, hanya ada ruang hampa Di mana pesimisme adalah satu-satunya kejujuran yang tersisa Kenapa harus takut pada gelap? Jika terang hanya memberi mata lelah yang tetap terjaga.
(Chorus) Kematian adalah angka nol yang sempurna Variabel terakhir yang menghapus semua sengketa Jika hidup adalah grafik yang terus menurun Maka berhenti adalah cara satu-satunya untuk bangun Dunia berputar seperti gir yang haus akan mangsa Memaksa kita bergerak dalam putaran putus asa Tapi logikaku bilang: gravitasi tak bisa dilawan Dan tidur selamanya adalah bentuk kemenangan paling aman.
(Outro) Input... output... nihil. Siklus... interupsi... stabil. Dunia terus berputar... Tapi aku sudah turun di perhentian terakhir.
🔗 Dukung Karya Saya:
Support Channel: https://saweria.co/ridofanaji
Instagram/TikTok: @van.bercerita
Lagu Indie Indonesia 2026, Nol Mutlak, Lagu tentang lelah kerja, Pesimisme, Kesehatan Mental, Quarter Life Crisis, Karir Stagnan, Masalah Keluarga, Lagu Indie Sedih, Dark Dream Pop, Musik Eksistensial, Van Official, Stoikisme Indonesia, Dark Psychology Music.
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: