FILM ROHANI KATOLIK : AVE MARYAM II Dilema Seorang Biarawati
Автор: FELIXRICH
Загружено: 2021-11-04
Просмотров: 117623
Pada 1998, seorang wanita berusia 40 tahun yang terlahir dari keluarga beragama Islam, Maryam (Maudy Koesnaedi) awalnya bekerja sebagai suster di panti jompo. Suatu hari, ia harus pindah ke Girisonta, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Di sana, Maryam bekerja di gereja selepas berjumpa dengan tujuh biarawati tua dan memutuskan untuk merawat mereka di rumah biarawati. Maryam diperkenalkan sebagai penghuni baru di sana oleh Martin (Joko Anwar) kepada suster senior Monic (Tutie Kirana). Kehadiran Maryam mendapatkan sambutan hangat dari Mila (Olga Lydia) selaku penanggung jawab rumah biarawati itu. Sehari-hari Maryam membersihkan asrama, memandikan suster yang sudah tua, dan menyiapkan makanan. Maryam juga menjalin hubungan baik dengan Dinda (Nathania Angela), penjual susu beragama Islam yang sering menjajakan susu ke rumah biarawati.
Di tengah menjalani pekerjaan sehari-hari, Maryam mendapat kabar bahwa gereja akan dipimpin oleh seorang pastor baru berusia 35 tahun bernama Yosef (Chicco Jericho), anak angkat Monic. Kehadiran Yosef sendiri sudah dijanjikan Martin sejak lama. Yosef akan mengajari bermain orkestra kepada Maryam dan biarawati lainnya. Kepandaian Yosef dalam bermain orkestra membuat Maryam terpikat dan jatuh hati. Hal inilah yang membuat ibu angkat Yosef khawatir dan mencoba mengingatkan Yosef, tetapi gagal. Pertemuannya dengan Yosef sangat berkesan, sampai-sampai mereka diam-diam menjalin hubungan yang lebih erat meskipun mereka tahu itu salah. Hubungannya dengan Yosef membuatnya kesulitan mengurus para biarawati. Ini menyebabkan Maryam jadi sering pulang telat dan mengabaikan tugas-tugasnya. Tindakan yang dilakukannya membawanya ke dalam pertanyaan mengenai kesetiaan dan komitmennya dalam melayani. Akhirnya, Maryam memutuskan berhenti mengabdi kepada gereja, sehingga meninggalkan kawan-kawannya sesama biarawati termasuk biarawati tua yang diurusnya. Saat itu, Monic berusaha menghiburnya. Maryam segera meninggalkan tempat tinggal biarawati dengan membawa kopernya.
Film ini pertama kali ditayangkan di Festival Film Internasional Hanoi 2018, kemudian Festival Film Asia Hong Kong 2018, dan Festival Film Internasional Capetown 2018. Di Indonesia, film ini pertama kali ditayangkan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan baru ditayangkan di bioskop pada 11 April 2019. Film ini hanya berhasil menjaring 80.000 penonton dari 30 bioskop. Terdapat dua versi yang lulus sensor, yaitu versi penayangan bioskop berklasifikasi 17+ dengan pemotongan dan versi penayangan festival berklasifikasi 21+ utuh. Walaupun sempat tersiar kabar durasi film ini adalah 85 menit, tetapi Ertanto membantahnya. Film ini mendapatkan tanggapan yang cukup baik di kalangan pengulas film; beberapa di antaranya menyoroti tema Katolik yang diangkat dalam film ini. Walau demikian, latar belakang Maryam dinilai kurang digambarkan dengan jelas dalam film.
Menjadi Pastor dan Suster ini sangatlah sulit. Karena seorang Pastor atau Suster harus mampu menolak godaan-godaan duniawi, dan godaan yang paling sulit untuk ditolak adalah godaan nafsu birahi. Jadi apabila ada pastor dan suster yang bisa bertahan hingga saat ini, Mereka adalah MANUSIA istimewa dan MANUSIA yang Luar Biasa. Hormat saya kepada para Pastor dan Suster seluruh dunia..
SETIA SAMPAI MATI.
TUHAN YESUS MEMBERKATI...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: