SEKOLAH SIAGA BENCANA EWS BPBD & DAMKAR KLATEN
Автор: DAMKAR KLATEN
Загружено: 2016-01-12
Просмотров: 893
Indonesia yang merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia berada di kawasan yang disebut cincin api, dimana risiko untuk terjadi bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, letusan gunung api, banjir, kebakaran dan longsor sangat tinggi. Bencana alam ini telah menimbulkan ribuan korban jiwa, kerugian materil dan meninggalkan banyak orang untuk berjuang membangun kembali tempat tinggal dan mata pencahariannya.
Kesiapsiagaan merupakan hal yang penting dan harus dibangun pada setiap tingkat kelompok di masyarakat. Pengalaman menunjukkan bahwa kehancuran akibat bencana dapat secara drastis dikurangi jika semua orang lebih siap menghadapi bencana. Sekolah adalah pusat pendidikan yang tidak hanya memberikan kita ilmu pengetahuan tetapi juga bekal untuk kelangsungan hidup kita, kesiapsiagaan terhadap bencana merupakan bagian dari ketrampilan untuk kelangsungan hidup kita. Sekolah juga seringkali menjadi tempat penghubung dan tempat belajar bagi seluruh masyarakat. Anak-anak merupakan peserta ajar yang paling cepat dan mereka tidak hanya mampu memadukan pengetahuan baru ke dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan bagi keluarga dan masyarakatnya dalam hal prilaku yang sehat dan aman, yang mereka dapatkan di sekolah. Oleh karenanya, menjadikan pencegahan bencana menjadi salah satu fokus di sekolah dengan memberdayakan anak-anak untuk memahami tanda-tanda peringatan bencana dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko dan mencegah bencana, merupakan suatu langkah awal yang penting dalam membangun ketangguhan bencana seluruh masyarakat. Jadi kesiapsiagaan haruslah menjadi bagian dari materi yang diberikan dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan dasar.
Belajar dari banyak pengalaman kejadian bencana yang pernah terjadi di Kabupaten klaten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten klaten bekerjasama dengan Pemadam Kebakaran Klaten dan Profesional SAR Kabupaten Klaten melakukan langkah langkah kesiapsiagaan dengan membuat sebuah program mitigasi pengenalan bencana untuk anak anak usia dini dengan membentuk wahana bermain dan belajar TAMAN ELING WASPADA SIAGA (EWS) dengan berbagai wahana pengenalan bencana untuk anak anak seperti wahana Gempa Bumi, wahana Angin Ribut, wahana Erupsi Gunung Berapi, wahana Banjir dan wahana Kebakaran. EWS terdiri dari tiga kosakata Jawa ELING, WASPADA, SIAGA. pertama ELING yang berarti agar selalu mengingat bahwa kita berada pada daerah yang memiliki potensi bencana yang tinggi, sehingga kesadaran akan dampak bahaya bencana ini harus selalu diingatkan. Kedua WASPADA yang berarti kita harus tau dan mengerti beberapa potensi bencana yang sewaktu waktu bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Ketiga SIAGA yang berarti kita harus tumbuh menjadi masyarakat yang peduli akan kondisi geografis yang memiliki kerentanan beberapa potensi bencana didaerah kita, tumbuh menjadi manusia yang selalu siap siaga dan mau peduli menjaga dan merawat alam. Mau belajar dari pengalaman yang pernah terjadi dan mempersiapkan langkah langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Melalui wahana di taman EWS dengan konsep simulasi sederhana yang dapat diterima untuk anak anak usia dini dan didukung oleh Tim pengajar dari BPBD, DAMKAR, dan SAR Klaten memberikan pembelajaran dengan metode yang tepat untuk anak anak usia dini dengan metode pendidikan yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan sehinggga pembelajaran mitigasi pengenalan bencana dapat diterima oleh anak anak dengan mudah dan tepat.
Diharapkan melalui program mitigasi pengenalan bencana untuk anak anak usia dini tersebut dapat membangun kesadaran dan kesiapsiagaan sejak usia dini dalam menghadapi bencana.
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: