BEA CUKAI UNGKAP HASIL PENINDAKAN ROKOK ILEGAL DAN DORONG PENDEKATAN SOSIO-KULTURAL DI JAWA TIMUR
Автор: Kanal Bea Cukai TV
Загружено: 2025-07-18
Просмотров: 1542
Bea Cukai terus berkomitmen dalam memerangi peredaran rokok ilegal dan mengamankan penerimaan negara dari sektor cukai. Komitmen ini ditegaskan melalui konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Bea Cukai Kediri, pada Jumat, 18 Juli 2025, dengan memaparkan capaian kinerja Satuan Tugas Pencegahan dan Penindakan Barang Kena Cukai Ilegal dan hasil penindakan terbaru di wilayah kerja Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur II. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu, dan Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, serta perwakilan aparat penegak hukum lainnya.
Djaka Budhi Utama memaparkan bahwa sejak dibentuk pada awal bulan Juli 2025, Satgas telah melakukan 498 penindakan, mengamankan 108,81 juta batang rokok ilegal, menindaklanjuti dengan 5 penyidikan, menjatuhkan sanksi juta pada 2 pabrik dengan total nilai Rp572, dan menerapkan ultimum remedium terhadap 56 kasus dengan total nilai Rp1,64 miliar. Selain melibatkan berbagai unsur dari TNI, Polri serta Pemerintah Daerah, untuk beroperasi di seluruh wilayah Indonesia secara strategis dan masif, pengawasan juga diperkuat pada entry point dan landing spot di perbatasan laut untuk mengantisipasi penyelundupan melalui titik rawan. Upaya ini terbukti efektif dengan ditindaknya 1 kapal yang mengangkut 51 juta batang rokok ilegal dan 2 kapal cepat serta 2 truk yang mengangkut 23 juta batang rokok ilegal.
Sepanjang tahun 2025 sampai dengan bulan Juni, Bea Cukai telah melakukan 13.248 kali penindakan dengan total nilai barang mencapai Rp3,9 triliun. Dari total penindakan, komoditas rokok ilegal masih mendominasi dengan proporsi sebesar 61%. Meskipun jumlah penindakan menurun sebesar 4% dibandingkan tahun 2024, jumlah rokok ilegal yang diamankan justru meningkat sebesar 38%. Hal ini menunjukkan peningkatan kualitas dalam pengawasan barang kena cukai ilegal. Operasi Gurita, yang berlangsung selama 28 April-30 Juni 2025, telah menghasilkan 3.918 penindakan, mengamankan 182,74 juta batang rokok ilegal, serta menghasilkan 22 penyidikan, 10 sanksi administratif dengan total nilai Rp1,2 miliar, dan ultimum remedium terhadap 347 kasus dengan total nilai Rp23,24 miliar.
Sinergi pengawasan juga tercermin dari kinerja unit-unit vertikal Bea Cukai seperti Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II dan Bea Cukai Kediri. Sepanjang tahun 2025, Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II telah melakukan 511 kali penindakan, mengamankan 54,64 juta batang rokok ilegal dan 18.134 liter minuman beralkohol dengan total nilai barang mencapai Rp80 miliar dan potensi kerugian negara sebesar Rp48 miliar. Sementara itu, Bea Cukai Kediri telah melakukan 57 kali penindakan dan mengamankan 29,03 juta batang rokok ilegal dengan 6,46 juta batang telah mendapat persetujuan untuk dimusnahkan. Barang tersebut memiliki nilai perkiraan sebesar Rp9,59 miliar, dan berhasil mengamankan potensi kerugian negara sebesar Rp4,82 miliar. Turut diekspos pula sejumlah hasil penindakan sebagai bentuk transparansi sekaligus edukasi kepada masyarakat, seperti empat unit mesin pembuat rokok yang disita dalam penindakan pada 28 Februari 2025 di sebuah pabrik rokok ilegal di wilayah Jawa Timur.
Selain pendekatan represif, Bea Cukai juga menerapkan strategi pendekatan sosio-kultural sebagai Upaya pencegahan peredaran barang kena cukai ilegal. Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II menggandeng tokoh agama dan masyarakat untuk mengedukasi publik tentang pentingnya mendukung barang legal dan membayar cukai. Pendekatan ini terbukti efektif, terlihat dari peningkatan penerimaan cukai Bea Cukai Malang dari Rp26,2 triliun (2023) menjadi Rp29,09 triliun (2024). Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan sinergi antara pengawasan, edukasi, dan kolaborasi dengan masyarakat.
Dalam situasi fiskal saat ini, penerimaan dari sektor cukai sangat vital di tengah beban APBN yang tinggi dalam mendukung berbagai program pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret melalui peningkatan pelayanan dan pengawasan untuk memastikan industri legal terlindungi, serta mencegah dominasi produk ilegal yang dapat merusak ekosistem industri dan mengurangi serapan tenaga kerja. Bea Cukai berkomitmen untuk terus memperkuat strategi pengawasan melalui pendekatan yang lebih efektif dan efisien, termasuk kolaborasi lintas unit, kerja sama dengan aparat penegak hukum, dan sinergi dengan instansi teknis terkait. Diharapkan seluruh upaya pengawasan yang dilakukan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan penerimaan negara, menutup potensi kebocoran, dan memperkuat fondasi fiskal nasional dalam mewujudkan Indonesia maju.
Dari Kediri, Kanal BC TV, mengabarkan.
Jangan lupa like & subscribe channel ini untuk info menarik lainnya
#Beacukaimakinbaik #Beacukai #Indonesiamaju
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: