Nutrisi pada Bayi Prematur (Part 2)
Автор: Dr Tiwi TV
Загружено: 2021-01-14
Просмотров: 6294
Dr. dr. Risma K. Kaban, Sp.A(K), pada webinar “Nutrisi pada Bayi
Prematur”, 22 Desember 2020.
Melanjutkan pembahasan sebelumnya, pada video ini dr. Risma Kaban,
SpA(K) menjelaskan bagaimana manajemen laktasi bagi ibu yang memiliki
bayi prematur, sesuai keterampilan oromotor dan fungsi pencernaan bayi.
Sedapat mungkin pemberian ASI perah yang diberikan kepada bayi prematur
adalah yang segar karena zat antibodinya lebih baik daripada ASI perah yang
sudah dimasukkan ke dalam kulkas.
Apabila bayi prematur terpaksa menerima ASI donor, maka sejumlah syarat
harus dipenuhi dari pendonor, seperti usia bayi kurang dari 6 bulan,
kebutuhan ASI bayinya mencukupi, tidak ada riwayat penyakit menular, dan
beberapa syarat lainnya yang dapat disimak pada video ini. ASI yang
didonorkan pun harus dikultur, dilihat apakah terdapat kuman. Intinya,
pemberian ASI donor pada dasarnya sangat ketat perlakuannya.
Mengingat bayi prematur sangat membutuhkan mikronutrien (protein dan
mineral) yang seringkali tidak dapat terpenuhi hanya dari ASI (terutama bayi
di bawah 1,500 gram), maka seringkali perlu diberi tambahan Human Milk
Fortifier (HMF), yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan dan
mineralisasi tulang bayi.
Seperti halnya bayi lahir cukup bulan, maka grafik pertumbuhan bayi
prematur juga sangat penting untuk diplot (dicatat dan dipantau) secara
berkala. Pada bayi prematur, digunakan grafik Fenton, hingga usia gestasi 40
minggu dan panjang badan 45 cm. Setelah itu dapat digunakan kurva WHO.
Upayakan bayi berada pada kurva persentil 50. Jangan ragu untuk bertanya
dan mendiskusikan hal ini dengan dokter yang merawat si kecil. Kita juga
dapat memantau pertumbuhan bayi prematur memalui aplikasi PRADINI yang
dikembangkan oleh RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Website: http://klinikdrtiwi.com/
Twitter: / drtiwi
Instagram: / drtiwi
/ klinikdrtiwidotcom_official
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: