Pergeseran dari Sistem Besar ke Pluralitas Makna dalam Filsafat Kontemporer
Автор: Pustaka Matahari
Загружено: 2023-09-26
Просмотров: 3700
Filsafat kontemporer menandai pergeseran penting dari obsesi modern terhadap sistem besar dan kebenaran tunggal menuju kepekaan pada pluralitas, perbedaan, dan pengalaman yang tidak dapat ditundukkan oleh satu kerangka rasional universal. Jika modernitas—dengan puncaknya pada pemikiran sistematis seperti Hegel—berambisi menjelaskan seluruh realitas secara menyeluruh, pengalaman sejarah, terutama kehancuran akibat perang dan kekerasan atas nama rasionalitas dan sains, justru memunculkan kecurigaan terhadap klaim totalitas tersebut. Karena itu, filsafat kini lebih memberi ruang bagi narasi-narasi kecil, pengetahuan pinggiran, dan apa yang disebut paralogi, sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman cara manusia memahami dunia. Pergeseran ini bukan kemunduran, melainkan perubahan orientasi: dari kepastian menuju keterbukaan, dari dominasi sistem menuju dialog dengan yang lain, seiring perubahan pengalaman hidup manusia dalam dunia yang semakin cepat, kompleks, dan tak sepenuhnya pasti.
Seri Kuliah mengenai Sejarah Filsafat Masa Kini bersama narasumber Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto. Mata Kuliah Mahasiswa S1-Unpar, Bandung. 19 Januari 2012
Full Season Kursus: "Sejarah Filsafat Kontemporer" - Bambang I. Sugiharto: https://ytpustakamatahari.blogspot.co...
00:00:00 Sistem Tunggal
00:01:51 Sensibilitas pluralitas
00:04:43 Paralogy
00:11:01 Dis-ilusi
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: