Syekh Jumadil Kubro !! Sang Punjer Walisongo !!
Автор: Selamet Aryo Kusumo Channel
Загружено: 2024-12-12
Просмотров: 167
Syekh Jumadil Kubro dikenal sebagai penyebar Agama Islam di tanah Jawa pada masa Kerajaan Majapahit dan adalah leluhur dan guru dari para Walisongo sesudahnya.
Makam Troloyo di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto berkaitan erat dengan Syekh Jamaluddin Al Husain Al Akbar alias Sayyid Hussein Jumadil Kubro atau yang biasa disebut Syekh Jumadil Kubro atau Sayyid Jumadil Kubro.
Setidaknya terdapat 19 nama yang dimakamkan di Makam Troloyo. Di antaranya Syekh Al Chusen, Imamudin Sofari, Tumenggung Satim Singomoyo, Patas Angin, Nyai Roro Kepyur, Syekh Jumadil Kubro, Sunan Ngudung, Raden Kumdowo, Ki Ageng Surgi, Syekh Jaelani, Syekh Qohar, serta Ratu Ayu Kenconowungu.
Komplek Makam Troloyo mempunyai luas sekitar 14.200 meter persegi. Masing-masing kompleks dikelilingi oleh tembok khas Majapahit dan memiliki empat plataran atau empat komplek makam yang cukup luas.
Di komplek Makam Troloyo, ada tokoh yang sangat terkenal, yakni Sayyid Jumadil Kubro. Beliau ulama dari Samarkhan yakni negeri perbatasan antara Azarbaijan dan Rusia. Beliau datang ke tanah jawa tahun 1399 M didampingi oleh anaknya.
Sebelum ke Kerajaan Majapahit, Syekh Jumadil Kubro singgah ke Campa, yakni salah satu negara yang ada di Kamboja untuk bertemu dengan salah satu anaknya yang ada di sana yakni Maulana Ibrahim Asmorokondi. Kemudian beliau melanjutkan perjalanan ke tanah Jawa.
Beliau datang ke tanah jawan dalam rangka berdagang, karena selain sebagai ulama, beliau juga dikenal sebagai saudagar. Kegiatan berdagangnya bisa diterima di Kerajaan Majapahit tapi untuk siar agama Islam masih sulit karena saat itu, Kerajaan Majapahit mayoritas penganut agama Hindu yang kuat.
Pertemuan dengan salah satu Tumenggung Kerajaan Majapahit, yakni Tumenggung Satim, memberikan jalan keluar dan memperkenalkan beliau dengan tokoh-tokoh bangsawan Majapahit.
Syekh Jumadil Kubro disebut sebagai punjer wali songo. Punjer dalam bahasa Jawa berarti pusat atau akar pusat. Dari beliau inilah, banyak lahir wali songo seperti Sunan Ampel, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati. Dalam hal ini Sunan Kalijogo bukan keturunan langsung beliau namun merupakan menantu dari Sunan Ampel.
tag :
#makamsyekhjumadilkubro
#makamtroloyo
#syekhjumadilkubro
#sayyidjumadilkubro
#punjerwalisongo
#walisongo
#kerajaanmajapahit
#troloyo
#sentonorejo
#trowulan
#mojokerto
#jawatimur
#selametaryokusumochannel
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео mp4
-
Информация по загрузке: